Seandainya Kalau Tahun 1965 PKI Menang, Ini Yang Bakal Terjadi Di Indonesia

Megamein.com – Tak butuh waktu lama hingga akhirnya PKI dibubarkan, buah dari aksinya yang sangat merugikan masyarakat. Di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, ratusan ribu orang baik itu anggota maupun simpatisan PKI semuanya tewas diburu dan dibunuh.

Dilansir dari merdeka.com(10/7). PKI kalah dan kudetanya pun akhirnya bisa di gagalkan. Baik angkatan Darat maupun Ormas antikomunis, semuanya langsung menyerang balik dan menghancurkan PKI hingga nyaris tak tersisa.

Banyak sekali pertanyaan dibenak kepala, bagaimana seandainya ketika itu gerakan G30S berhasil dan PKI lah yang menang, kira-kira apa yang terjadi pada kita?

Pertanyaan itupun dijawab oleh Sejarawan Anhar Gonggong, dia menilai apa bila PKI penang maka mungkin mereka juga akan melakukan pembantaian serupa, terhadap Ormas maupun masyarakat yang anti pada PKI. Ini bukan semata mata tebakan saja, menurut Anhar jika melihat dari sejarah, perebutan kekuasaan yang dilakukan komunis pasti memakan pertumpahan darah yang sangat besar.

BACA JUGA  Tahukah Kamu? Alasan Hari Minggu Jadi Hari Libur di Indonesia

“Lihat di Rusia dan Uni Soviet, mungkin ada satu setengah juta manusia yang terbunuh. Di Kamboja pun Khmer Merah membantai jutaan penduduk yang menentang mereka,” kata Anhar Gonggong dalam sebuah diskusi Jelajah Sejarah yang di adakan di Lubang Buaya, Minggu (18/10).

Meski dulu PKI sempat mengatakan, dan mereka menegaskan bahwa mereka akan berjuang lewat parlemen dan tidak akan memakai kekerasan, Namun Anhar tak yakin dengan semua itu. Menurutnya pembantaian itu pasti akan terjadi. Namun kebetulan yang menang di tahun 1965 itu adalah Soeharto, sehingga PKI lah yang dibantai. dan ini menjadi Sebuah sejarah kelam yang pernah terjadi di negeri ini.

BACA JUGA  Belum Ada Photoshop, Foto-foto Tanpa Kepala Ini Populer di Abad 19, Begini Triknya!

“Kenyataannya pasti seperti itu. Tinggal siapa yang saat itu (tahun 1965) menang saja,” katanya.

Pembersihan anggota PKI yang dilaksanakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur bisa terlaksana oleh TNI yang dibantu oleh ormas dan warga antikomunis. Resimen Para Komando Angkatan Darat juga turut melatih para pemuda yang ingin membantu dan melawan komunis yang dipimpin Kolonel Sarwo Edhie Wibowo.

Sejarah mencatat, bahkan banyak orang yang tidak bersalah ikut dibunuh meskipun bukan anggota PKI, dan juga orang yang dicap Soekarnois juga banyak menjadi korban pembantaian tersebut.

Banyak versi mengenai jumlah korban tewas usai tragedi tersebut. AS memperkirakan bahwa korban tewas mencapai 500 ribu – 1 juta orang, sementara Kolonel Sarwo Edhie menyebut bahwa ada tiga juta orang tewas dalam tragedi tersebut.

Comments

Tulis Komentar

Add a Comment

Your email address will not be published.

error: