in

Penyesalan Emang Datangnya Belakangan, Kisah Tragis Bagi Penemu Bom Atom!

Kisah Tragis Bagi Penemu Bom Atom

Megamein.com – Julius Robert Oppenheimer Namanya tercatat sebagai salah satu penemu Bom atom, merupakan seorang ilmuwan dalam bidang fisika, dilumai pada awal tahun 1930-an bergabung dalam dunia fisika atom dan nuklir.

Ia banyak menyumbangkan pikirannya dalam fisika atom dan nuklir, salah satunya ialah pikiran mengenai bintang neutron dan lubang hitam yang memang beberapa dekade ini sudah diabaikan oleh astronom dalam jangka waktu yang lama.

Akhirnya tiba saatnya pada Tanggal 16 Juli 1945 atau setelah 3 tahun bekerja keras melakukan penelitian, Oppenheimer menyaksikan sendiri uji coba ledakan bom atom pertama yang di lakukan di gurun Mexico.

Orang-orang mempercayai bahwa ledakan bom atom ini akan mengubah sejarah dunia. Terbukti, selang sebulan setelah uji coba tersebut, akhirnya dua bom atom menghanguskan Hirosima dan Nagasaki, membunuh ratusan ribu orang.

BACA JUGA  Gila! Bocah Umur 10 Tahun Ini Lakukan Pembunuhan Sadis, Kasihan Banget Korbannya

Karena keadaan inilah membuat pihak Jepang harus menyerah dan mundur dari PD II pada tanggal 10 Agustus 1945. Meski dikecam kejam karena telah membunuh ratusan ribu jiwa, bom atom temuan Oppenheimer tetap memiliki dampak positif, karena mampu mengakhiri peperangan dalamPD II yang sudah berlangsung cukup lama.

Setelah perang Usai, Oppenheimer masih aktif dalam bidang ini. Ia pun terpilih sebagai ketua Komisi Energi Atom Amerika Serikat, namun karena menyesal telah membuat bom atom ia menentang keras pengembangan bom hydrogen yang kekuatannya lebih dahsyat dari bom atom.

Oppenheimer akhirnya dicap sebagai penghianat, ia pun di adili pada tahun 1953. Meski tidak terbukti bersalah, namun kontraknya sebagai penasehat perlindungan dan keamanan bagi Komisi Energi Atom tetap dicabut.

BACA JUGA  Bukti Bahwa Zaman Purba Jauh Lebih Canggih Dari yang Kita Bayangkan

Meskipun demikian dia tetap melanjutkan karirnya sebagai pendidik pada “the academic post of director of the Institute of Advanced Study at Princeton University” Untuk mengabdikan hidupnya.

Puncaknya di tahun 1963, Presiden Lyndon B.Johnson menyerahkan sebuah penghargaan “Enrico Fermi Award” dari Komisi Energi Atom. Namun setelah 3 tahun menerima penghargaan tersebut, Julius Robert Oppenheimer harus pensiun dari karirnya karena terkena kanker tenggorokan. Tahun 1967 ia pun akhirnya meninggal dalam usia 63 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

Tulis Komentar

Alasan Para Atlet Selalu Berpose Menggigit Mendali Emas Mereka, Alasannya Bikin Melongo!

Gak Percaya! Ternyata Hanya Segini Ongkos Naik Haji Zaman Dulu, Sekarang Beda Jauh!