Inilah Penembak Jitu Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

Penembak Jitu Paling Mematikan

Megamein.com – “White Death” itulah julukan bagi Simo Häyhä, seorang tentara Finlandia yang merupakan sniper paling mematikan sepanjang sejarah. Siapa sangka seorang Simo Häyhä yang lahir di Rautjärvi (Finlandia selatan) serta berasal dari keluarga petani pada Desember 1905 ini akan menjadi mesin perang bagi negaranya.

Selama serangan Soviet, Simo Häyhä dengan mengikuti detak pendulum jam Swiss berhasil menjatuhkan 505 tentara hanya dalam waktu 100 hari. Bahkan tembakan dari sniper Finlandia ini merupakan rekor dunia dan belum pernah terkalahkan.

Di bawah kepemimpinan Joseph Stalin, pasukan Uni Soviet pada musim dingin tahun 1939 memutuskan menyerang Finlandia kala itu. Di sisi lain, ada Simo Häyhä yang saat itu hanya berperan sebagai seorang tentara biasa namun ia tidak pernah menerima jika negaranya menyerah pada serbuan Soviet.

BACA JUGA  5 Kebohongan Besar ini Masih Saja Diajarkan di Sekolah Indonesia

Aksi dari Sniper Finlandia ini pun lebih menakjubkan lagi saat diketahui bahwa Ia menggunakan Mosman-Nagant M28, dengan laras baja sederhana. Sebuah senjata berukuran kecil 1,52. Ia tidak menggunakan teleskop demi mengurangi permukaan siluetnya dan menghindari refleksi atau risiko visibilitas. Aksi ini Ia lakukan dalam suhu minus -40°. Simo Häyhä berkata “Saya hanya melakukan tugas Saya, dan apa yang harus Saya lakukan sebaik mungkin.”

Aksi Simo Häyhä yang menggencarkan ini membuat Soviet kalang kabut sehingga mereka memutuskan untuk mengebom di area Simo Häyhä berada dan mengirim sniper mereka untuk membunuhnya. Aksi ini pun berhasil membuat Simo Häyhä tertembak di rahang pipi kirinya. Ia sempat koma 11 hari namun siuman kembali pada 13 Maret 1940 dan bertepatan dengan Deklarasi Perdamaian. Simo Häyhä pun menjadi ikon di Finlandia.

BACA JUGA  Inilah Tokoh yang Dicap Sebagai Pengkhianat Oleh Pak Harto Beginilah Nasibnya Sekarang!

“White Death” sendiri memainkan peran yang sangat menentukan dalam konflik antara Uni Soviet dan Finlandia. Soviet kehilangan lebih dari 126.900 tentaranya. Karena telah menjatuhkan 200 tentara tambahan dengan senapan mesin ringan akhirnya Simo Häyhä dipromosikan dari Kopral menjadi Letnan dua oleh Marsekal Carl Gustaf Emil Mannerheim setelah perang berakhir. Simo Häyhä meninggal pada tahun 2002 pada usia 96 tahun.

Comments

Tulis Komentar

Add a Comment

Your email address will not be published.

error: