Misteri Anak Lelaki Dalam Kotak, Pembunuhan Sadis Yang Bikin Kamu Merinding

Misteri Anak Lelaki Dalam Kotak,

Megamein.com – Misteri Mayat yang terbungkus di dalam kardus atau yang disebut dengan Boy In The Box. Peristiwa penemuan mayat anak kecil di dalam kardus terjadi di hutan dekat Susquehanna Road pada bulan Februari tahun 1957. Mayat tersebut ditemukan dalam keadaan terbungkus selimut serta ada banyak luka di tubuhnya.

Misteri Anak Lelaki Dalam Kotak,

Dilansir dari merinding.com(11/5). Awalnya seorang pria bermaksud untuk melihat jebakan tikus yang telah Ia pasang di hari sebelumnya di sebuah hutan dekat Susquehanna Road. Namun tak jauh dari jebakan yang dibuatnya ada sebuah kotak, ketika ia membuka kotak tersebut, Ia kaget karena melihat sesosok mayat anak kecil di dalamnya. Meski begitu, Ia tidak melaporkan penemuannya tersebut kepada polisi dan hanya bergegas untuk pergi.

Beberapa hari kemudian, seorang mahasiswa yang melewati hutan tersebut juga melihat sebuah kotak, ketika Ia membuka kotak tersebut dan menemukan mayat anak kecil. Karena ketakutan mahasiswa tersebut pergi dan dia juga enggan melaporkan penemuannya. Namun ia berubah pikiran dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Mayat tersebut adalah mayat anak laki-laki berusia sekitar 4 sampai 6 tahun dengan tinggi 1 meter serta berat 15 kg. Ia ditemukan di dalam kardus dengan terbungkus selimut tanpa mengenakan pakaian pada 25 Februari 1957. Mayat tersebut tampak seperti baru saja dicukur, serta didapati luka pada bagian dagu, kaki kiri dan pangkal paha. Namun diindikasikan penyebab kematiannya berasal dari luka pada bagian kepalanya.

Misteri Anak Lelaki Dalam Kotak,

Sehari kemudian polisi melakukan investigasi lanjutan dengan mengambil sidik jari mayat dan mengumumkan penemuan mayat beserta fotonya secara meluas. Mereka yakin dengan begitu, identitas anak malang tersebut akan segera terpecahkan.

Orang-orang yang datang untuk mengidentifikasi sedikitnya dari 10 negara bagian, bahkan tak ada yang mengenal sosok anak tersebut. Polisi terus bergerak dengan menyebarkan foto postmortem anak laki-laki yang ada di dalam kardus tersebut dengan ditambahi pakaian dengan posisi duduk agar orang dapat mengenali mayat tersebut ketika masih hidup.

400.000 selebaran juga dicetak surat kabar lokal Philadelphia Inqueirer untuk disebarkan ke seluruh penjuru Philadelphia. Setelah berbagai usaha dilakukan, kasus tersebut tetap tak kunjung menemukan titik terang.

Akhirnya muncul beberapa teori yang mencoba untuk mengungkap identitas mayat anak laki-laki di dalam kardus serta motif pembunuhannya.

BACA JUGA  Terungkap! Sosok Kakek Dibalik Sampul Iqro

1. Teori Rumah Panti Asuhan
Remington Bristow merupakan investigator medis yang sangat memperhatikan kasus ini. Pada tahun 1960 ia meminta bantuan kepada seorang cenayang di New Jersey untuk menyelidiki kasus ini.

Petunjuk dari cenayang tersebut menuju ke sebuah panti asuhan yang berjarak sekitar 1,5 mil atau 2,5 mil dari tempat ditemukannya mayat. Dalam pemeriksaannya Bristow sadar jika selimut yang tengah dijemur halaman panti asuhan tersebut sama dengan selimut yang membungkus tubuh mayat.

Ia lantas percaya bahwa kasus ini berhubungan dengan anak tiri dari pengelola panti tersebut. Namun saat kepolisian penyelidikan lebih dalam, tidak ditemukan bahwa pengurus panti dan anak tersebut memiliki hubungan. Meski begitu Bristow terus berusaha memecahkan kasus ini sampai akhir hayatnya pada tahun 1993.

2. Teori wanita berinisial “M”
Keterangan yang masuk akal didapatkan dari seorang wanita berinisial “M” pada Februari 2002. Berdasarkan penuturannya, M mempunyai ibu yang sangat tempramental. Ibunya pernah membeli seorang anak laki-laki sekitar tahun 1954. Anak laki-laki tersebut mengalami kekerasan fisik dan seksual selama tinggal rumah M hingga kejadian naas tersebut terjadi pada tahun 1957.

Ketika itu anak lelaki tersebut memuntahkan makanannya (kacang polong panggang) kemudian ibu M membenturkan kepalanya ke lantai sampai tak sadarkan diri. Untuk menyamarkan identitasnya, ibu M memandikannya serta memotong rambutnya lalu membuangnya ke Fox Chase.

Kesaksian wanita berinisial M tersebut nyaris sama persis dengan data yang didapatkan polisi, bahkan keterangannya sama dengan hasi otopsi yang menyatakan bahwa ditemukan kacang polong pada mayat Boy In The Box.

Entah bagaimana wanita tersebut dapat mengetahui hal itu secara detail. Sayangnya wanita berinisial M tersebut mengalami gangguan mental. Ditambah lagi dengan keterangan tetangganya yang menyatakan bahwa tidak ada anak laki-laki yang tinggal di rumah M sekitar tahun 1950-an.

3. Teori lainnya
Frank Bender yang merupakan seorang ahli forensik mengemukakan sebuah teori yang mengejutkan. Ia berpendapat bahwa anak laki-laki yang ditemukan tersebut mungkin dibesarkan sebagai anak perempuan. Menurutnya hal tersebut dapat dilihat dari rambutnya yang asal-asalan serta alis matanya yang terlihat seperti sengaja dibentuk.

Mayat anak laki-laki yang saat ditemukan berada di dalam kardus tersebut kemudian dikuburkan dan kasusnya masih menjadi misteri hingga saat ini.

Comments

Tulis Komentar

Add a Comment

Your email address will not be published.

error: