Cerita Lucu Ketika Samurai Jepang Marahi Pejuang Indonesia yang Pengecut Melawan Belanda

Megamein.com – cerita ini bermula ketika salah satu seorang mantan tentara Jepang yang bernama Rahmat Shigeru Ono, ya berpihak ke Indonesia dan membantu para tentara muda Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dari serangan belanda.

Ketika Samurai Jepang Marahi Pejuang Indonesia

Dilansir dari merdeka.com(5/5). Kebanyakan pemuda yang dilatih oleh rahmat ini sama sekali belum pernah menimba ilmu militer.

Pada tanggal 17 Juni 1947, ketika Letnan Rahmat Shigeru Ono, yang akan melakukan penyerangan terhadap markas Belanda yang telah dia Intai selama beberapa hari, begitu dia memberikan komando menyerang, suara tembakan gencar memecah Kesunyian pagi.

Dengan geges Belanda langsung membalas serangan dari musuh, namun ada hal aneh yang terjadi di sana, ketika di tengah desingan peluru Kenapa tidak ada suara tembakan balasan lagi dari pasukan Indonesia.

Ketika dia menengok ke belakang, ternyata betapa kagetnya Letnan Rahmat Shigeru Ono melihat seluruh pasukannya sedang bersembunyi ketakutan di dalam lubang persembunyian.

BACA JUGA  Gila! Kaisar Pendiri Tembok China Korbankan 6000 Perawan, Hanya Untuk Capai Ambisi Ini!

Melihat itu, Rahmat ono akhirnya murka dan berteriak di tengah desingan peluru.

“Ayo dengar suara tembakan dengan baik. Jika suaranya pyuu pyuu itu suara tembakan ke atas, masih aman. Jika suaranya buzt buzt itu tembakan ke depan. Berlindung, jangan keluar dari lubang persembunyian,” teriak Rahmat.

Sempat sesaat kata-kata dari Rahmat ono ini bisa mengusir ketakutan dari pasukannya, namun mereka harus dipukul mundur dikarenakan pasukan Belanda memiliki artileri.

Namun cobaan belum selesai, masih ada lagi masalah yang terjadi, pasukan Indonesia masih bertahan karena mereka memiliki punya Jukikanju, atau senapan mesin berat. Dalam pertempuran senapan mesin ini bisa menjadi sebuah jantung pasukan.

Namun karena senjata ini macet, tak ada jalan lain pasukkan harus terpaksa mundur.

Sebelum mundur Rahmat mewanti-wanti agar senjata Jukikanju beserta kakinya dibawa mundur jangan sampai Tertinggal, alangkah marahnya ketika dia tahu bahwa ternyata kaki dari Jukikanju tertinggal. Tanpa kakinya senjata ini bahkan tidak bisa digunakan karena bobotnya yang cukup berat.

“Kalau tidak menghargai senjata seperti ini, pasti Indonesia tidak akan bisa merdeka. Saya akan mengambil kaki senjata ini, karena tidak boleh jatuh ke tangan tentara Belanda,” kata Rahmat pada pasukannya.

Momen ini pun dituliskan menjadi buku oleh oleh Eiichi Hayashi, yang berjudul “Mereka Yang Terlupakan, Memoar Rahmat Shigeru Ono.”, diterbitkan pada tahun 2011.

BACA JUGA  Inilah Tokoh yang Dicap Sebagai Pengkhianat Oleh Pak Harto Beginilah Nasibnya Sekarang!

“Saking marahnya saya waktu kaki juki tertinggal, saya marah-marah pakai bahasa Jepang. Coba di antara para pemuda itu, siapa yang mengerti bahasa Jepang,” kenang Rahmat Ono geli.

Namun samurai jepang ini, kini telah meninggal dunia di Batu Malang, dia merupakan salah satu prajurit terakhir Jepang yang tertinggal dan membela Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.

Ketika Samurai Jepang Marahi Pejuang Indonesia

Comments

Tulis Komentar

Add a Comment

Your email address will not be published.

error: