Inilah Ulama Sekaligus Politikus Islam Yang Buat Kagum Jenderal Besar TNI

Megamein.com – Mohammad Natsir adalah sosok politikus sekaligus ulama besar yang dimiliki Indonesia, bukan hanya kuat agamanya saja, namun diajuga jujur sifatnya, luas ilmunya dan keras tekadnya.

Dilansir dari merdeka.com(10/7). Natsir pernah menduduki posisi Menteri Penerangan dan menjadi Perdana Menteri Republik Indonesia tahun 1950, waktu itu keadan indonesia banyak sekali pemberontakan di mana-mana. Kebanyakan dari mereka adalah bekas pejuang yang merasa tidak puas dengan kebijakan pemerintah saat itu.

Namun PM Natsir saat itu dia menilai bahwa para pemberontak ini masih saudara, dan oleh karna itu mereka harus dirangkul dan di ajak kembali kepada Republik Indonesia.

BACA JUGA  Rahasia di Balik Asal Usul Nyi Roro Kidul

PM Natsir berbicara di radio dan berusaha untuk memanggil kembali mereka ‘Mari kita kembali ke Republik Indonesia’. Dia mencoba mendorong para gerilyawan yang berada di hutan untuk turun gunung dan bergabung kembali dengan pemerintah.

Berkat itu banyak sekali para pemberontak yang luluh mendengar imbauan Natsir. Namun ada juga yang bertahan dan tetap melawan TNI.

Karena keterbatasan dan sulitnya komunikasi pada masa itu, perintah Natsir juga sangat sulit untuk diterima sepenuhnya oleh pasaukan TNI yang berada di lapangan. karna itu di beberapa tempat pemberontak yang senjata telah dilucuti, namun orangnya malah ditahan. Padahal bukan itu yang diharapkan Natsir.

BACA JUGA  Gila! Wanita Cantik ini Harus Hidup Dengan 31 Pria di Pulau Terpencil, Kasihan!

“Yang saya inginkan adalah mereka kembali ke pangkuan RI. Mereka bisa dimasukkan TNI, Polisi, kembali ke pesantren atau apa saja,” ucap Natsir.

Karna pandangan politik inilah yang membuat Jenderal Besar Nasution kagum pada Natsir, Puluhan tahun kemudian, Nasution, dirinya mengakui banyak belajar dari Natsir.

Dia Mengutarakannya ketika dalam pidatonya saat melepas jenazah Natsir tanggal 7 Februari 1993, Nasution menyebut ide Natsir ini menjadi salah satu doktrin TNI.

Comments

Tulis Komentar

Add a Comment

Your email address will not be published.

error: