in

Inilah Misteri KRI Irian, Kapal Perang Terbesar Indonesia Yang Membuat Belanda Ketakutan

Megamein.com – Dimasa Orde Lama dulu, Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah membeli sebuah kapal penjelajah ringan (light cruiser class) kapal itu dinamai KRI Irian yang memiliki nomor lambung 201 di badannya.

Pada saat itu KRI Irian merupakan kapal terbesar yang ada di kawasan Asia dan belahan Dunia bagian selatan. Karna hadirnya kapal ini di indonesia padasat itu sempat menggetarkan Belanda yang memiliki Kapal Induk Karel Doorman, dalam konflik memperebutkan Irian Barat/Papua.

Dilansir dari suratkabar.id(11/8). Awal mula pembelian kapal KRI Irian sendiri ini memang sengaja dilakukan oleh Presiden Soekarno waktu itu, dalam upaya menghadapi serangan dari AL Belanda. Ide pembelian kapal ini berawal dari upaya modernisasi alutsista TNI yang dirintis Mayjen A.H. Nasution (Alm) sebagai Menko Hankam/Kasab sejak 1957.

BACA JUGA  Gila! Wanita Cantik ini Harus Hidup Dengan 31 Pria di Pulau Terpencil, Kasihan!

Tim dari TNI saat itu sempat mengajukan permohonan pada Amerika Serikat untuk mengajukan pinjaman yang nantinya akan dipakai dalam pembelian alutsista, tapi tidak ditanggapi.

Lalu, rombongan TNI melanjutkan perjalananya samapai ke Moskow dengan maksud yang sama. Namun tanpa diduga proposal tersebut rupanya disetujui. Dan akhirnya pada awal 1960, Nikita Kruschev berkunjung ke Jakarta untuk menyetujui perjanjian pembelian alutsista dari Uni Soviet atas dasar kredit jangka panjang.

BACA JUGA  Kisah Soekarno sediakan pelacur untuk tentara Jepang

Dalam sebuah buku berjudul ‘Cruisher of Indonesia’ yang ditulis oleh Alexander Pavlov juga dalam salah satu dokumentasi Rusia, menyebutkan mengenai Sejarah Pengembangan dan Penggunaan Penjelajah Kelas Sverdlov.

Kapal KRI Irian sendiri dulunya merupakan kapal penjelajah ordzhonikidze milik armada Baltik AL Uni Soviet yang waktu itu dibeli oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1962.

Kehadiran kapal ini memberikan efek yang sangat besar apalagi dalam menekan mental Kapal perang AL Belanda, terutama Kapal Induk Belanda, Kareel Doorman. Buktinya ketika itu AL Belanda mengurangi kehadirannya di perairan Irian Barat setelah indonesia memiliki KRI Irian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

Tulis Komentar

Serem Abis! Di Tibet Pemakaman Manusia Jadi Santapan Burung Pemakan Bangkai

Ditinggal Pergi Selama 3 Tahun Penduduk Pulau Tiba-Tiba Menghilang, Hanya Ini Yang Tersisa