Hukuman mati LGBT! Ternyata Brunei pelajari syariat Islam di Aceh Indonesia

 

Megamein.com – Baru-baru ini berita heboh mengenai Kerajaan Brunei Darussalam yang menerapkan hukuman cambuk dan rajam hingga mati terhadap homoseksual. Sebelum aturan ini diterapkan, Brunei pernah melakukan studi banding ke daerah Aceh untuk mempelajari syariat Islam.

” Perwakilan dari Brunei juga sering datang termasuk ke Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) untuk berdiskusi banyak hal. Tidak hanya Brunei, Malaysia juga ada, Thailand juga. Kita berdiskusi dengan mereka dan tukar pikiran,” menurut Wakil Ketua MPU Aceh, Teungku Faisal Ali, saat dimintai konfirmasi oleh wartawan, Kamis (4/4/2019). Dalam pertemuan dengan ulama Aceh, perwakilan dari Brunei ini pernah beberapa kali membahas aturan syariat Islam secara umum. Mereka tidak membahas soal LGBT secara khusus, ujarnya.

BACA JUGA  40 Tahun Lebih Disembunyikan, Kisah Anak Soekarno Yang Hanya Sekali Dipeluk Sang Ayah

Berdasarkan informasi yang dilansir dari detik.com, pihak Kerajaan Brunei Darussalam pernah melakukan studi banding ke Banda Aceh yaitu di bulan September 2014 lalu. Bahkan ada sekitar tujuh jaksa syariah Brunei yang dipimpin Hadiyati Binti Abdul Hadi telah diterima oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal.

BACA JUGA  Wah, 5 Makanan Indonesia Ini Ternyata Merupakan Peninggalan Belanda

Dalam pertemuan tersebut, Hadiyati menerangkan bahwa tujuan mereka ke Banda Aceh untuk mengetahui bagaimana perundang-undangan (Qanun) dan kehakiman syariah di Banda Aceh bisa diterapkan dan untuk kemudian bisa diadopsi dan diimplementasikan di Negaranya.

Comments

Tulis Komentar

Tags:
error: